Syarat Amal Diterima
๐ฅ *LURUSKAN SEGERA*๐ฅ
“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110).
๐ฆAyat ini sudah menunjukkan syarat diterimanya ibadah yaitu tauhid dan ittiba’.
๐ฆTauhid maksudnya mengikhlaskan ibadah untuk Allah semata, sedangkan ittiba’ maksudnya adalah mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beramal.
๐ฆIbnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).
๐ฆDan “janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Rabbnya”,
[maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya.]
๐ฆInilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
๐Tafsir AlQur’an Al ‘Azhim, 9: 205.
Sumber: Broadcast Pesan/ Grup/ Media Sosial
*Jika anda tahu penulis pertama dari tulisan diatas silakan usulkan nama untuk dituliskan di bagian Sumber
“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110).
๐ฆAyat ini sudah menunjukkan syarat diterimanya ibadah yaitu tauhid dan ittiba’.
๐ฆTauhid maksudnya mengikhlaskan ibadah untuk Allah semata, sedangkan ittiba’ maksudnya adalah mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beramal.
๐ฆIbnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh”, maksudnya adalah mencocoki syariat Allah (mengikuti petunjuk Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, pen).
๐ฆDan “janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Rabbnya”,
[maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya.]
๐ฆInilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
๐Tafsir AlQur’an Al ‘Azhim, 9: 205.
Sumber: Broadcast Pesan/ Grup/ Media Sosial
*Jika anda tahu penulis pertama dari tulisan diatas silakan usulkan nama untuk dituliskan di bagian Sumber
Komentar
Posting Komentar