Harta Dunia Antara Nikmat dan Laknat
Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
Bismillah. DiriwayatKan dari Ka'ab bin 'Iyadh radhiyallahu anhu, ia berkata; Aku pernah mndengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ
"Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (godaan yang merusak/menyesatkan mereka), dan fitnah yang ada pada umatku adalah harta". (HR. Tirmidzi IV/569 no.2336, dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As-Silsilah Ash-Shohihah II/139 no.592).
Maksud hadits ini, bahwa menyibukkan diri dengan harta secara berlebihan adalah bentuk fitnah atau ujian yang bisa merusak agama seseorang, karena harta dapat melalaikan pikiran manusia dari melaksanakan ketaatan kepada Allah dan membuatnya lupa kepada akhirat. Hal ini sebagamana firman Allah Ta'ala :
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu merupakan fitnah atau ujian bagimu, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. At-Tagabun; 15)
Di dalam hadits ini terkandung nasehat berharga dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bagi siapa saja yang dibukakan baginya pintu-pintu harta (yakni orang-orang kaya) agar mereka bersikap waspada dari keburukan dan kerusakan fitnah harta banda, dengan tidak berlebihan dalam mencintainya dan terlalu berambisi dalam mengejarnya. (Nasehat imam Ibnu Baththal yang dinukil dalam kitab Fathul Bari XI/245).
» Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: "Orang yg mencintai harta dunia secara berlebihan tidak akan lepas dari 3 kerusakan atau penderitaan (yaitu):
1. Kekalutan pikiran yang tidak akan pernah hilang.
2. Keletihhn yang berkepanjangan,
3. Dan penyesalan yang tiada akhirnya." (Lihat Ighotsatul Lahfaan hal.83-84).
Yang perlu digaris bawahi bahwa celaan dan peringatan terhadap bahaya fitnah harta tersebut bukan pada zat harta itu sendiri, akan tetapi maksudnya adalah celaan terhadap kecintaan yang berlebihan terhadapnya sehingga melalaikan manusia dari mengingat Allah dan tidak menunaikan hak-hak Allah yang wajib dilakukan oleh para hamba-NyNy
» Imam Ibnu Muflih al-Maqdisi rahimahullah berkata: "Dunia (dan perhiasannya) tidaklah dilarang atau dicela pada zatnya, tapi karena dikhawatirkan harta dunia itu menghalangi manusia untuk mencapai ridho Allah, sebagimana kemiskinan tidaklah dituntut dan dipuji pada zatnya, tapi karena kemiskinan itu pada umumnya tidak menghalangi dan tidak menyibukkan manusia dari beribadah kepada Allah. Berapa banyak orang kaya yang kekayaannya tidak melupakan dirinya dari beribadah kepada Allah, seperti nabi Sulaiman alaihissalam, demikian pula sahabat Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhum. Dan berapa banyak orang miskin yang kemiskinannya justru melalaikannya dari beribadah kepada Allah dan memalingkannya dari kecintaan serta kedekatan kepada-Nya." (Lihat Al-Adab Asy-Syar'iyyah III/469).
GRUP MAJLIS HADITS
WA/LINE: 082225243444
Halaman FB: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
IG: muhammad_wasitho
Blog Dakwah Sunnah (Pondok Pesantren Islam Al Ittiba' Klaten Jawa Tengah) KLIK:
Http://abufawaz.wordpress.com
Bismillah. DiriwayatKan dari Ka'ab bin 'Iyadh radhiyallahu anhu, ia berkata; Aku pernah mndengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ
"Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (godaan yang merusak/menyesatkan mereka), dan fitnah yang ada pada umatku adalah harta". (HR. Tirmidzi IV/569 no.2336, dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As-Silsilah Ash-Shohihah II/139 no.592).
Maksud hadits ini, bahwa menyibukkan diri dengan harta secara berlebihan adalah bentuk fitnah atau ujian yang bisa merusak agama seseorang, karena harta dapat melalaikan pikiran manusia dari melaksanakan ketaatan kepada Allah dan membuatnya lupa kepada akhirat. Hal ini sebagamana firman Allah Ta'ala :
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu merupakan fitnah atau ujian bagimu, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. At-Tagabun; 15)
Di dalam hadits ini terkandung nasehat berharga dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bagi siapa saja yang dibukakan baginya pintu-pintu harta (yakni orang-orang kaya) agar mereka bersikap waspada dari keburukan dan kerusakan fitnah harta banda, dengan tidak berlebihan dalam mencintainya dan terlalu berambisi dalam mengejarnya. (Nasehat imam Ibnu Baththal yang dinukil dalam kitab Fathul Bari XI/245).
» Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: "Orang yg mencintai harta dunia secara berlebihan tidak akan lepas dari 3 kerusakan atau penderitaan (yaitu):
1. Kekalutan pikiran yang tidak akan pernah hilang.
2. Keletihhn yang berkepanjangan,
3. Dan penyesalan yang tiada akhirnya." (Lihat Ighotsatul Lahfaan hal.83-84).
Yang perlu digaris bawahi bahwa celaan dan peringatan terhadap bahaya fitnah harta tersebut bukan pada zat harta itu sendiri, akan tetapi maksudnya adalah celaan terhadap kecintaan yang berlebihan terhadapnya sehingga melalaikan manusia dari mengingat Allah dan tidak menunaikan hak-hak Allah yang wajib dilakukan oleh para hamba-NyNy
» Imam Ibnu Muflih al-Maqdisi rahimahullah berkata: "Dunia (dan perhiasannya) tidaklah dilarang atau dicela pada zatnya, tapi karena dikhawatirkan harta dunia itu menghalangi manusia untuk mencapai ridho Allah, sebagimana kemiskinan tidaklah dituntut dan dipuji pada zatnya, tapi karena kemiskinan itu pada umumnya tidak menghalangi dan tidak menyibukkan manusia dari beribadah kepada Allah. Berapa banyak orang kaya yang kekayaannya tidak melupakan dirinya dari beribadah kepada Allah, seperti nabi Sulaiman alaihissalam, demikian pula sahabat Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhum. Dan berapa banyak orang miskin yang kemiskinannya justru melalaikannya dari beribadah kepada Allah dan memalingkannya dari kecintaan serta kedekatan kepada-Nya." (Lihat Al-Adab Asy-Syar'iyyah III/469).
GRUP MAJLIS HADITS
WA/LINE: 082225243444
Halaman FB: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
IG: muhammad_wasitho
Blog Dakwah Sunnah (Pondok Pesantren Islam Al Ittiba' Klaten Jawa Tengah) KLIK:
Http://abufawaz.wordpress.com
Komentar
Posting Komentar